Bali Home Immo | Tram Listrik Bandara Bali–Canggu | Bali Home Immo
Bali Home Immo logo
Bali Home Immo logo
Wawasan Pasar Properti Bali

Tram Listrik Bandara Bali–Canggu

Bali akan membangun tram listrik bertenaga baterai sepanjang 12 kilometer yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan...

Berita Bali2 Menit Baca
bali-home-immo-tram-listrik-bandara-bali-canggu

Bali akan membangun tram listrik bertenaga baterai sepanjang 12 kilometer yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan Canggu. Kesepakatan tersebut ditandatangani di Denpasar pada 1 September 2026 oleh Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator kereta api milik negara. Groundbreaking direncanakan pada Maret 2027, dengan bagian pertama mulai beroperasi pada 2028 dan seluruh rute ditargetkan selesai pada 2029.

Detail Proyek

Kesepakatan ditandatangani

1 September 2026, Denpasar

Pihak yang terlibat

Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, PT KAI

Rute

Bandara Ngurah Rai → Canggu

Panjang

Sekitar 12 kilometer

Teknologi

Tram listrik bertenaga baterai

Kapasitas harian

60.000 penumpang (~40% pergerakan di koridor)

Groundbreaking

Maret 2027

Jalur pertama beroperasi

2028

Seluruh rute selesai

2029

Pengusul awal

Bappenas (Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional)

80.000 Kendaraan per Hari di Satu Jalur

Koridor Bandara menuju Canggu dilalui hingga 150.000 orang dan 80.000 kendaraan setiap hari. Bandara Bali menangani 13,2 juta penumpang antara Januari hingga Juli 2026, dan hampir semuanya melewati jalur jalan yang sama.

Akibatnya, waktu perjalanan di koridor ini sering tidak sebanding dengan jaraknya. Perjalanan kurang dari 20 kilometer bisa memakan waktu lebih dari satu jam saat jam sibuk sore hari, dan ketidakpastian waktu tempuh tersebut memengaruhi semua pengguna jalur ini: wisatawan yang baru tiba, warga yang bepergian antara Kerobokan dan Seminyak, hingga bisnis yang bergantung pada kemudahan tamu untuk berpindah dari satu area ke area lain.

Dengan kapasitas 60.000 penumpang per hari, tram ini dirancang untuk menyerap sekitar 40% pergerakan di sepanjang koridor tersebut.

1792461697_rXYZogiLvy.jpg

Mengapa Tram, Bukan MRT atau LRT?

Tram listrik bertenaga baterai dipilih dibandingkan Mass Rapid Transit dan Light Rail Transit karena dinilai lebih sesuai dengan kondisi fisik dan budaya Bali. Usulan sebelumnya lebih berfokus pada sistem kereta bawah tanah yang membutuhkan pembangunan terowongan dalam skala besar.

Ada tiga faktor utama di balik keputusan tersebut:

  • Kebisingan. Tram bertenaga baterai beroperasi lebih senyap dibandingkan MRT atau LRT, sesuatu yang penting di kawasan residensial maupun area yang berdekatan dengan pura.

  • Skala konstruksi. Tram di permukaan tidak membutuhkan pembangunan terowongan seperti sistem bawah tanah.

  • Kesesuaian dengan jalan yang ada. Ukuran kendaraannya cukup ringkas untuk beroperasi di dalam lebar jalan yang sudah tersedia.

Koster menyampaikan bahwa pengembangan transportasi harus mempertimbangkan karakter khas Bali, menjaga keindahannya, mendukung pariwisata, dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat lokal. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, juga menyebut bahwa pertimbangan budaya, lingkungan, dan sosial akan dimasukkan sejak tahap perencanaan.

Studi teknis dan sosialisasi kepada masyarakat dimulai segera setelah penandatanganan, dengan desa-desa adat di sepanjang rute turut dilibatkan dalam proses konsultasi.

 

Kapan Tram Bali Akan Mulai Beroperasi?

Groundbreaking dijadwalkan pada Maret 2027, dengan bagian pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 dan seluruh rute hingga Canggu selesai pada 2029.

Ini merupakan target pemerintah, dan jadwal proyek infrastruktur besar dapat berubah. Hal yang membedakan proyek ini adalah dukungan dari operator milik negara melalui perjanjian antarpemerintah yang sudah ditandatangani, bukan proyek yang masih bergantung pada pendanaan swasta.

 

Area Mana Saja yang Akan Dilalui Rute Tram?

Jalur ini akan menghubungkan bandara dengan Canggu dan melewati koridor pariwisata serta residensial paling padat di Bali Selatan. Area yang berada di sepanjang atau dekat dengan rute antara lain:

  • Kuta - paling dekat dengan bandara, dengan konsentrasi akomodasi yang tinggi

  • Seminyak - pasar short-stay premium yang sudah matang

  • Kerobokan - kawasan campuran residensial dan komersial

  • Umalas - kawasan residensial yang populer di kalangan keluarga dan penghuni jangka panjang

  • Canggu - terminus di sisi utara dan salah satu pasar rental lifestyle paling aktif di Bali

1792461703_pFHSoyoQkp.jpg

Bagaimana Tram Bisa Memengaruhi Properti di Sepanjang Koridor?

Infrastruktur transportasi biasanya mulai memberikan dampak nyata terhadap nilai properti ketika sudah beroperasi, bukan hanya saat diumumkan. Karena itu, tahun yang paling penting untuk proyek ini adalah 2028 dan 2029.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh pemilik dan pembeli:

Konektivitas dapat meningkatkan nilai, tetapi bukan jaminan. Area yang mendapatkan akses ke stasiun umumnya menjadi lebih menarik untuk rental karena tamu dan penyewa sangat mempertimbangkan waktu tempuh. Namun dampak tersebut biasanya baru benar-benar terasa ketika layanan sudah beroperasi.

Maret 2027 adalah tanggal yang perlu diperhatikan. Groundbreaking menjadi pembeda antara proyek yang baru memiliki kesepakatan dan proyek yang benar-benar sudah masuk tahap konstruksi, dan biasanya di titik inilah sentimen pasar mulai menjadi lebih kuat.

Apakah Bali Bisa Dicapai dengan Kereta dari Jakarta?

Tidak ada jalur kereta langsung menuju Bali. Perjalanan darat dari Jawa harus menggabungkan kereta dan kapal feri.

Kereta beroperasi dari Jakarta, Yogyakarta, atau wilayah timur Surabaya menuju Banyuwangi di ujung timur Pulau Jawa. Dari Pelabuhan Ketapang, kapal feri menyeberangi Selat Bali menuju Gilimanuk dalam waktu sekitar satu jam, lalu perjalanan dapat dilanjutkan dengan bus menuju Denpasar.

Perjalanan dari Jakarta memakan waktu hampir seharian, sedangkan perjalanan dari Surabaya atau Yogyakarta jauh lebih singkat.

Apa yang Akan Berubah bagi Wisatawan?

Bagi wisatawan yang tiba dengan penerbangan ke Bali, pilihan transfer saat ini umumnya berupa taksi, ride-hailing, atau menyewa skuter, dan masing-masing pilihan tersebut menambah kendaraan ke jalan yang sudah sangat padat.

Satu jalur yang menghubungkan Kuta, Seminyak, Kerobokan, dan Canggu dapat mengubah cara koridor tersibuk di Bali berfungsi. Penumpang yang baru tiba dapat mencapai akomodasi tanpa harus mengatur transfer kendaraan, sementara wisatawan yang menginap di sepanjang rute dapat berpindah antararea tanpa perlu berkendara sendiri.

Hal ini juga dapat memperluas pilihan aktivitas yang bisa dilakukan dalam satu hari. Banyak hal yang sebenarnya menarik untuk dilakukan di Bali akhirnya dilewatkan hanya karena perjalanan terasa terlalu lama, terutama saat kemacetan sore hari.

Online