Artikel ini membahas:
Hasil sewa berfungsi sebagai metrik penting bagi investor properti, yang menggambarkan pendapatan tahunan yang dihasilkan relatif terhadap nilai pasar properti. Di Bali, di mana pariwisata berkembang pesat, hasil sewa secara khusus melampaui rata-rata global, dengan perkiraan hasil sewa 15% berdasarkan harga pembelian properti, dibandingkan dengan norma global sekitar 5%.
Lanskap real estat yang dinamis di Bali menyajikan metrik hasil sewa kotor dan bersih. Hasil sewa kotor memberikan gambaran tentang perolehan pendapatan dengan membagi pendapatan sewa tahunan dengan harga beli properti. Sementara itu, hasil sewa bersih memperhitungkan biaya tambahan seperti pemeliharaan, biaya manajemen, dan pajak, sehingga memberikan perspektif yang lebih bernuansa pada profitabilitas.
Contoh Perhitungan:
Mari kita pertimbangkan sebuah properti di Bali yang dibeli seharga $300.000 dan disewakan dengan harga $45.000 per tahun.
1. Hasil Sewa Kotor:
|
Hasil Sewa Kotor |
= Pendapatan Sewa Tahunan / Harga Pembelian Properti x 100 |
|
= $45,000/$300,000 x 100 |
|
|
= 15% |
2. Hasil Sewa Bersih:
Asumsikan biaya tahunan seperti pemeliharaan, biaya manajemen properti, dan pajak sebesar $10.000.
|
Hasil Sewa Bersih |
= ((Pendapatan Sewa Tahunan - Pengeluaran Tahunan dan pajak) / Harga Pembelian Properti) x 100 |
|
= (($45,000 - $10,000) / $300,000) x 100 |
|
|
= ($35,000 / $300,000) x 100 |
|
|
= 11.67% |
(angka yang diberikan hanya sebagai contoh)
Contoh perhitungan tersebut menggarisbawahi sifat menguntungkan dari hasil sewa di Bali. Hasil kotor sebesar 15% dan hasil bersih 11,67% menunjukkan potensi pendapatan yang kuat dibandingkan dengan harga beli properti.
Beberapa faktor mempengaruhi hasil sewa di Bali:
Investor di Bali dapat menggunakan berbagai strategi untuk memaksimalkan hasil sewa dan meningkatkan profitabilitas properti mereka secara keseluruhan. Merenovasi atau memperbarui properti untuk memenuhi harapan wisatawan modern, seperti memasang AC, internet berkecepatan tinggi, atau teknologi rumah pintar, dapat meningkatkan harga sewa dan menarik lebih banyak tamu. Selain itu, bermitra dengan perusahaan manajemen properti terkemuka dapat merampingkan operasi, meminimalkan kekosongan, dan memastikan pendapatan sewa yang optimal sepanjang tahun.
Meskipun hasil sewa yang tinggi tidak diragukan lagi menarik, investor di pasar real estat Bali harus mempertimbangkan strategi investasi jangka panjang mereka.
Investor dapat meningkatkan hasil sewa dengan:
Menavigasi pasar real estat di Bali bisa jadi rumit, terutama bagi investor internasional. Mencari nasihat profesional dari para ahli lokal, termasuk agen real estat, penasihat hukum, dan konsultan pajak, dapat membantu investor membuat keputusan yang tepat dan mengurangi potensi risiko.
Pasar real estat di Bali menawarkan prospek yang menarik bagi para investor, didorong oleh hasil sewa yang tinggi dan permintaan pariwisata yang kuat. Dengan memahami dinamika hasil sewa, menerapkan langkah-langkah strategis, dan memanfaatkan keahlian profesional, investor dapat membuka potensi penuh pasar real estat Bali untuk meraih kesuksesan yang berkelanjutan.
Hasil sewa di pasar properti Bali yang sedang berkembang pesat
Table of ContentTopic Categories
Topic Tags
Silahkan isi formulir ini dan Agen Listing kami akan menghubungi anda untuk mengunjungi properti anda serta memberi gambaran harga pasar untuk properti anda.