Online

Villa for Sale in Bali

2283+ Villa dan Rumah Dijual di Bali & Kepulauan Indonesia Lainnya

Bali Home Immo menawarkan kepada Anda banyak vila yang dijual secara hak sewa (leasehold). Kontrak penjualan hak sewa adalah kontrak yang sangat berbeda dari penjualan vila secara hak milik (freehold). Memang, orang asing tidak bisa menjadi pemilik sebuah properti, kecuali dengan syarat-syarat tertentu, properti harus atas nama warga negara Indonesia (baca selengkapnya:  Hal-hal Dasar yang Perlu Diketahui Tentang Berinvestasi di Bali). Namun, penjualan vila hak sewa akan memungkinkan Anda menjadi pemilik rumah selama beberapa tahun. Kontrak penjualan hak sewa adalah semacam sewa jangka sangat panjang, jangka waktu sewa biasanya 25 tahun, ini tentu saja bisa lebih singkat, tetapi juga bisa lebih lama, karena Anda sering kali memiliki kemungkinan untuk memperpanjang sewa hingga lebih dari 50 tahun. Dengan membuat kontrak penjualan hak sewa untuk sebuah vila, Anda menjadi pemiliknya selama masa sewa tersebut. Anda akan bertanggung jawab atas properti ini dan dapat menikmati hak-hak istimewa serta kewajiban yang ditimbulkannya. Kontrak hak sewa harus tercantum dalam surat wasiat Anda, namun, Anda selalu dapat menjual kembali hak sewa tersebut. Setelah masa hak sewa berakhir, vila tersebut dikembalikan kepada pemilik aslinya. 

Kontrak penjualan hak sewa adalah alternatif yang sangat baik untuk penjualan hak milik, ini memungkinkan Anda menjadi pemilik vila selama periode waktu tertentu, sementara orang asing biasanya tidak dapat memiliki vila di Indonesia. Kami menawarkan banyak vila yang dijual secara hak sewa: Anda dapat memilih antara rumah-rumah mewah kami, townhouse khas Bali kami atau  apartemen-apartemen modern kami. Anda juga dapat, sesuai keinginan Anda, memilih vila yang lengkap dengan perabot (furnished) atau tanpa perabot (unfurnished). Vila dengan perabot akan menghemat waktu, dan juga uang, namun pilihan rumah tanpa perabot akan memungkinkan Anda mendekorasinya sesuai selera dan benar-benar merasa seperti di rumah sendiri. 

Urutkan
2283 Properties available in Bali

Area: Canggu

Sub Area: Berawa

Kamar Mandi : 2

Luas Tanah : 130 mยฒ

Luas Bagunan : 174 mยฒ

Ruang Tamu : Opened

Masa Sewa : 18 tahun

Area: Ubud

Kamar Mandi : 3

Luas Tanah : 250 mยฒ

Luas Bagunan : 287 mยฒ

Ruang Tamu : Enclosed

Masa Sewa : 28 tahun

Area: Canggu

Sub Area: Residential side

Kamar Mandi : 2

Luas Tanah : 36 mยฒ

Luas Bagunan : 108 mยฒ

Ruang Tamu : Enclosed

Masa Sewa : 20 tahun

Off-plan: Estimated completion in March 2026

Area: Tanah Lot Area

Sub Area: North side (Tabanan)

Kamar Mandi : 2

Luas Tanah : 100 mยฒ

Luas Bagunan : 169 mยฒ

Ruang Tamu : Enclosed

Masa Sewa : 25 tahun

Off-plan: Estimated completion in April 2026

Area: Umalas

Kamar Mandi : 3

Luas Tanah : 250 mยฒ

Luas Bagunan : 260 mยฒ

Ruang Tamu : Enclosed

Masa Sewa : 26 tahun

Area: Pererenan

Sub Area: North Side

Kamar Mandi : >5

Luas Tanah : 534 mยฒ

Luas Bagunan : 680 mยฒ

Ruang Tamu : Enclosed

Masa Sewa : 22 tahun

In finishing process - proper photos coming soon

Frequently Asked Questions (FAQ)

Bali is a premier global destination offering a fantastic lifestyle, rich culture, and excellent investment opportunities. Buying a villa here can provide high rental yields from tourism and strong potential for property appreciation.
Yes, foreigners can acquire property in Bali primarily through Leasehold (Hak Sewa) or Right to Use (Hak Pakai) titles. Freehold (Hak Milik) is generally restricted to Indonesian citizens, but foreigners can set up a foreign-owned company (PT PMA) to obtain Right to Build (Hak Guna Bangunan) titles.
Popular areas for lifestyle and investment include Canggu, Seminyak, Uluwatu, Bingin, Ubud, and Pererenan. Each area offers a unique vibe, from bustling beach clubs and surf spots to tranquil rice terraces and cultural hubs.
Yes, with Bali's consistently high tourist numbers, well-managed villas in prime locations can generate attractive ROI through short-term holiday rentals. Demand for long-term rentals is also strong among expats and digital nomads.