
Pasar penjualan Bali pada 2025 tetap aktif dengan 12.840 listing. Harga median transaksi mencapai IDR 4,7B (USD 258.000), sementara harga rata-rata berada di IDR 33M per m² (USD 1.970). Jangka waktu sewa rata-rata tetap panjang, yakni 27 tahun. Permintaan terkuat tetap berada pada segmen 2–3 kamar tidur.
Jangka waktu sewa bertahan stabil pada 27 tahun.
Total volume penjualan naik tipis: 4.798 → 4.859 (+1%).
2BR meningkat signifikan: 1.277 → 1.543 (+21%).
3BR tetap menjadi segmen utama: 1.283 → 1.279 (stabil).
1BR melemah: 1.122 → 1.008 (-10%).
Penjualan didominasi oleh rumah 2 kamar tidur (1.543), diikuti 3 kamar tidur (1.279) dan 1 kamar tidur (1.008). Rumah berukuran besar bergerak lebih lambat: 4BR 652, 5BR 304, dan 6BR 73. Hal ini menegaskan bahwa likuiditas terkuat berada pada segmen ukuran menengah.
Pasokan freehold tertinggi terdapat pada 2BR (6.521) dan 3BR (5.921), diikuti 1BR (4.305). Pasokan leasehold lebih terkonsentrasi pada ukuran yang lebih besar, terutama 3BR (1.811) dan 4BR (1.125). Secara keseluruhan, pasokan selaras dengan permintaan yang berpusat pada 2–3BR.
Pada level IDR 33M per m², harga tetap kompetitif; namun pembeli semakin berorientasi pada nilai dan cenderung bernegosiasi berdasarkan kondisi properti, tata letak, dan lokasi. Rata-rata jangka waktu sewa 27 tahun mendukung struktur transaksi yang stabil serta horizon perencanaan yang lebih panjang bagi pembeli untuk kebutuhan hunian maupun investasi.
Untuk memaksimalkan hasil, arahkan pemasaran pada segmen dengan likuiditas tertinggi: rumah 2–3 kamar tidur umumnya menarik basis pembeli paling luas. Tingkatkan daya saing melalui kejelasan informasi dengan menyediakan dokumen yang lengkap, presentasi properti yang rapi, serta pesan sederhana mengenai “mengapa properti ini”. Untuk rumah 4–6 kamar tidur, tekankan skenario penggunaan (kompleks keluarga, gaya hidup premium, potensi sewa grup) dan targetkan audiens yang tepat, alih-alih pemasaran massal. Perkuat kepercayaan pembeli melalui fotografi profesional, informasi denah yang akurat, serta kualitas perawatan yang terlihat—terutama pada segmen yang kompetitif.
Pasar penjualan Bali 2025 menunjukkan pergerakan yang stabil, dengan permintaan terkonsentrasi pada rumah 1–3 kamar tidur, terutama properti 2 kamar tidur. Penjual yang menyesuaikan harga dengan ekspektasi pembeli dan mampu mengomunikasikan nilai secara jelas akan berkinerja terbaik dalam lingkungan yang kompetitif. Presentasi yang kuat dan positioning yang terarah tetap krusial untuk memperoleh pertanyaan serius serta menutup transaksi secara efisien.

Pasar sewa Bali pada 2025 tetap bersifat musiman, dengan puncak pada pertengahan tahun. Pasar mencatat 45.979 properti sewa aktif. Rata-rata tarif harian (ADR) sebesar IDR 4,1M (USD 244). Pendapatan dan tingkat hunian bergerak sejalan dengan permintaan pariwisata sepanjang tahun.
Pola musiman tidak berubah: Jun–Aug tetap menjadi periode puncak.
Rata-rata tingkat hunian relatif stabil: ~53,3% → ~52,5%.
Tingkat hunian puncak sedikit menurun: ~62–63% → 60%.
Permintaan di awal tahun membaik: Jan 40,2% → 46%.
Inti temuan: terdapat tekanan pada tarif, sementara tingkat hunian stabil—hasil terbaik dicapai melalui penyesuaian ADR dan aturan minimum menginap.
Secara keseluruhan, 2025 menunjukkan adanya tekanan pada tarif dengan tingkat hunian yang stabil, sehingga optimalisasi ADR dan aturan durasi menginap menjadi faktor pengungkit utama.
Inventaris properti sewa Bali pada 2025 berjumlah 45.979 properti. Permintaan tetap luas dari wisatawan short-stay maupun mid-stay, namun kinerja sangat sensitif terhadap value, ulasan, dan kualitas presentasi listing, khususnya di pasar vila yang kompetitif.
Pendapatan bulanan mencapai puncak pada Juli (IDR 44,5M) dan Agustus (IDR 44,1M), didukung oleh Juni (IDR 38,2M). Bulan terlemah adalah Desember (IDR 28,2M) dan November (IDR 30,3M). Hal ini menegaskan pentingnya strategi harga saat musim puncak serta perlindungan performa pada musim sepi.
Tingkat hunian mencapai puncak pada Juli (60%) dan Agustus (59%), dengan level pertengahan tahun yang stabil pada Juni (57%). Bulan dengan tingkat hunian lebih rendah mencakup Januari (46%) dan November (47%), sementara Desember (53%) tetap cukup aktif. Peningkatan pendapatan bergantung pada optimalisasi ADR dan aturan durasi menginap pada periode permintaan tinggi.
Vila tetap menjadi produk sewa dominan di Bali, sejalan dengan preferensi wisatawan terhadap privasi, pengalaman gaya hidup, dan fasilitas yang lengkap. Jenis properti alternatif tetap relevan untuk masa inap singkat dan tamu yang berorientasi pada anggaran, namun persaingan di kategori vila arus utama masih sangat ketat.
Sebagian besar listing masih dikelola oleh host individu, sementara properti yang dikelola secara profesional mencakup porsi yang lebih kecil dari pasar. Operasional profesional dapat meningkatkan kinerja melalui komunikasi tamu yang lebih baik, standar layanan yang konsisten, pengelolaan ulasan yang lebih kuat, serta penyesuaian tarif yang lebih efektif pada shoulder season dan low season.
Pasokan tetap terkonsentrasi pada unit yang lebih kecil, dipimpin oleh 1-bedroom, diikuti oleh listing 2-bedroom dan 3-bedroom. Rumah yang lebih besar (4–6BR) mencakup porsi yang lebih kecil, yang mengindikasikan segmen yang lebih niche dan membutuhkan diferensiasi serta targeting yang lebih kuat.
Maksimalkan musim puncak (Juni–Agustus) dengan strategi ADR yang lebih kuat, penerapan minimum menginap, serta fokus pada pola pemesanan bernilai lebih tinggi.
Manfaatkan musim sepi (Nov–Feb) untuk menjaga tingkat hunian melalui diskon mingguan/bulanan, penawaran long-stay, dan paket bernilai tambah.
Tingkatkan daya saing listing: foto profesional, fasilitas yang dijelaskan dengan jelas, serta pesan “mengapa menginap di sini” merupakan hal yang esensial.
Untuk unit kecil (1–2BR), diferensiasi menjadi faktor utama—kualitas desain, kemudahan akses lokasi, dan pengalaman tamu dapat mengungguli strategi penurunan harga.
Pasar sewa Bali 2025 tetap sehat, namun sangat dipengaruhi oleh pola musiman. Kinerja terkuat umumnya terjadi pada pertengahan tahun, sementara periode akhir dan awal tahun memerlukan strategi harga dan promosi yang lebih taktis. Pemilik yang menerapkan strategi berbasis data, dengan menyeimbangkan tarif, tingkat hunian, dan pengalaman tamu, akan berada pada posisi terbaik untuk meningkatkan profitabilitas sewa sepanjang tahun.
Topic Categories
Topic Tags
Silahkan isi formulir ini dan Agen Listing kami akan menghubungi anda untuk mengunjungi properti anda serta memberi gambaran harga pasar untuk properti anda.