
Bali vs Phuket: Mana yang Terbaik untuk Investasi Properti Anda?
Gambar oleh Tanarch di Canva
Â
Ada dua tujuan utama yang menonjol dalam hal investasi properti di Asia Tenggara: Bali, Indonesia, dan Phuket, Thailand. Setiap lokasi menawarkan perpaduan unik antara kekayaan budaya, peluang investasi, dan manfaat gaya hidup yang menarik bagi investor asing. Memahami nuansa masing-masing pasar sangat penting untuk membuat keputusan yang tepat. Perbandingan ini akan mengeksplorasi berbagai aspek investasi di Bali dan Phuket, menyoroti kekuatan dan kelemahan masing-masing dan pada akhirnya menyarankan mengapa Bali bisa menjadi pilihan yang lebih baik bagi para investor.
Â
Kepemilikan Properti dan Kerangka Hukum
Â
Salah satu pertimbangan yang paling penting bagi investor asing adalah kepemilikan properti dan kerangka hukum yang mengaturnya.
Karena hukum di Indonesia, investor asing tidak dapat secara langsung memiliki tanah di Bali. Namun, mereka memiliki beberapa pilihan untuk memperoleh properti. Rute yang paling umum adalah melalui perjanjian hak guna bangunan, yang biasanya berlangsung selama 30 tahun dan sering kali dapat diperpanjang. Selain itu, orang asing dapat mendirikan PT PMA (Penanaman Modal Asing), sebuah perusahaan milik asing, yang memungkinkan mereka untuk memiliki hak milik atas properti (InvestinAsia). Fleksibilitas dalam struktur kepemilikan ini sangat menarik untuk investasi jangka panjang di pasar real estat Bali yang sedang berkembang.
Di sisi lain, Phuket menawarkan tantangan yang berbeda. Orang asing dapat membeli properti, tetapi mereka dilarang memiliki tanah secara langsung. Sebagai gantinya, mereka harus mendirikan perusahaan Thailand atau menandatangani sewa jangka panjang, biasanya berlangsung hingga 30 tahun, dengan opsi perpanjangan (Bali.RealEstate). Meskipun proses hukum di Phuket mudah dikelola, persyaratan untuk mendirikan perusahaan dapat menjadi penghalang bagi sebagian investor, sehingga mempersulit lanskap investasi.
Â
Kewajiban Pajak
Â
Memahami kewajiban pajak sangat penting bagi investor asing karena dapat mempengaruhi profitabilitas secara signifikan.
Di Bali, sistem perpajakan relatif mudah. Pajak-pajak penting termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yang relatif rendah, serta Pajak Pengalihan Properti dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yang saat ini ditetapkan sebesar 11% untuk properti yang dijual oleh pengembang profesional (InvestinAsia). Tarif pajak yang rendah membuat Bali menjadi pilihan yang menarik bagi investor yang ingin memaksimalkan keuntungan mereka.
Di Phuket, kewajiban pajak lebih kompleks. Pajak Pengalihan Properti ditetapkan sebesar 2%, dan jika properti dijual dalam waktu lima tahun setelah akuisisi, Pajak Bisnis Tertentu (SBT) sebesar 3,3% berlaku (Bali.RealEstate). Pajak tambahan ini dapat mengikis keuntungan dan mempersulit peramalan keuangan bagi investor. Kesederhanaan komparatif lanskap pajak Bali dapat menjadi faktor penentu bagi pembeli asing.
Â
Potensi Pertumbuhan Pasar
Â
Bali dan Phuket telah mengalami pertumbuhan di pasar real estat mereka, tetapi lintasan dan potensinya berbeda secara signifikan.
Bali telah mengalami kebangkitan yang luar biasa di pasar propertinya setelah pencabutan pembatasan perjalanan COVID-19, menarik minat asing yang cukup besar terhadap persewaan liburan dan properti residensial (InvestinAsia). Ekonomi yang digerakkan oleh pariwisata di pulau ini berkontribusi pada permintaan yang berkelanjutan, meningkatkan nilai properti dan hasil sewa. Fokus strategis Bali dalam menarik pengunjung internasional-melalui pariwisata kesehatan, pengalaman budaya, dan inisiatif ramah lingkungan-memposisikan Bali untuk terus berkembang di tahun-tahun mendatang.
Meskipun masih menjadi tujuan wisata yang populer, Phuket telah menunjukkan tanda-tanda kejenuhan pasar, yang mengarah ke tingkat pertumbuhan yang lebih lambat daripada Bali (Bali.RealEstate) (Lazudi). Ketergantungan pulau ini pada pariwisata massal dapat menimbulkan tantangan seiring dengan meningkatnya persaingan, dan investor mungkin merasa lebih sulit untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi di pasar yang ramai.
Â
Mana yang lebih baik?
Â
Bali dan Phuket menawarkan peluang investasi properti yang menarik, masing-masing dengan keunggulan yang unik. Bali menyediakan kerangka hukum yang fleksibel untuk investor asing, yang memungkinkan perjanjian sewa jangka panjang dan opsi untuk mendirikan PT PMA untuk kepemilikan hak milik; fleksibilitas ini dapat meningkatkan keamanan investor.
Â
Meskipun Phuket memiliki daya tarik dan infrastruktur yang mapan, struktur pajak Bali secara umum lebih menguntungkan, dengan pajak properti yang lebih rendah daripada Phuket. Pasar real estat di Bali juga mengalami pertumbuhan yang luar biasa, didorong oleh kebangkitan pariwisata setelah COVID-19. Budaya yang hidup di pulau ini, pemandangan yang menakjubkan, dan fokus pada pariwisata kesehatan membuatnya menjadi tujuan yang menarik untuk tinggal dan berinvestasi, memenuhi beragam preferensi dan gaya hidup.
Â
Singkatnya, kedua lokasi tersebut memiliki kelebihan masing-masing, tetapi perpaduan unik antara pilihan hukum, keuntungan pajak, dan daya tarik gaya hidup di Bali membuatnya menjadi pertimbangan penting bagi para investor properti di Asia Tenggara.
Â
Di mana Berinvestasi di Bali?
Â
Pasar real estate di Bali menawarkan berbagai pilihan properti, mulai dari vila mewah hingga studio atau apartemen minimalis.
Â
Sebagai salah satu agen properti terkemuka di Bali, kami merekomendasikan Anda untuk berinvestasi di Canggu, Seminyak, dan Uluwatu. Lokasi-lokasi ini merupakan rumah bagi hotel bintang 5 dan klub pantai kelas dunia.
Â
Pantai Canggu yang masih asli sangat cocok untuk berselancar, gaya hidup yang semarak menjadikannya tempat yang tepat untuk investasi properti di Bali. Ada banyak pilihan restoran unik, butik kelas atas, klub pantai kelas dunia, dan sekolah internasional.
Â
Selain itu, Uluwatu menawarkan pemandangan garis pantai Samudera Hindia yang menakjubkan dan merupakan rumah bagi patung Garuda Wisnu Kencana yang megah. Selain itu, Uluwatu merupakan tempat yang tepat untuk berselancar, karena pantainya memiliki ombak yang sempurna bagi para peselancar pemula dan ahli.
Â
Seminyak adalah tempat bagi mereka yang mencari gaya hidup kelas atas, karena lokasinya memiliki
pantai yang indah, kehidupan malam yang tenang, dan berbagai tempat makan yang mewah.
Â
Selain itu, Seseh, Cemagi, adan Pererenan mengalami pertumbuhan yang pesat dalam pembangunan properti, menjadikannya lokasi yang tepat untuk investasi.
Â
Bali terkenal dengan pemandangan alamnya yang menakjubkan, komunitas ekspatriat yang dinamis, dan warisan budaya yang kaya.
Â
Saat mempertimbangkan investasi real estat, Bali menonjol dengan pasar vila yang berkembang dan sektor pariwisata yang berkembang pesat, menjadikannya pilihan yang menarik bagi mereka yang ingin mendapatkan keuntungan sewa yang tinggi.
Â
Selain Bali dan Phuket yang memberikan peluang besar untuk apresiasi properti, perpaduan unik antara budaya dan keindahan alam Bali mengukuhkan posisinya sebagai pilihan utama bagi para investor di Asia Tenggara.
Â
Jadi, sudahkah Anda mendapatkan properti impian Anda di Bali? Lihatlah koleksi properti kami dan lakukan konsultasi dengan kami